Langsung ke konten utama

MERUBAH SISTEM SEKOLAH INDONESIA








MERUBAH SISTEM SEKOLAH INDONESIA


ASAL USUL SEKOLAH DAN FUNGSINYA

A.   Sejarah Sekolah
Sejarah asal-usul sekolah dan istilahnya dimulai pada zaman Yunani Kuno. Dahulu, orang lelaki Yunani dalam mengisi waktu luang mereka dengan cara mengunjungi sesuatu tempat atau seseorang yang bijaksana untuk bertanya atau mempelajari hal-hal maupun perkara yang mereka rasa perlu diketahui. Mereka menyebut kegiatan itu dengan istilah scola, skhole, scolae atau schola. Keempat-empatnya memiliki arti yang sama, yaitu “waktu luang yang digunakan secara khusus untuk belajar.”
                         
Lama-kelamaan, kebiasaan mengisi waktu luang untuk mempelajari sesuatu itu akhirnya tidak lagi semata-mata menjadi kebiasaan dalam lelaki di masyarakat Yunani Kuno. Kebiasaan itu akhirnya diikuti oleh kaum perempuan dan anak-anak.
Disebabkan desakan perkembangan kehidupan yang kian beragam dan mengambil waktu orang tua, maka si ayah dan si ibu merasa tidak punya waktu lagi untuk mengajarkan banyak hal kepada anak-anak mereka. Oleh karena itu, mereka kemudian mengisi waktu luang kepada anak-anak mereka dengan cara menyerahkannya kepada seseorang yang dianggap bijaksana di suatu tempat tertentu.
Di tempat itulah, anak-anak boleh bermain, belajar atau berlatih melakukan sesuatu apa saja yang mereka anggap patut dipelajari dan sampai saatnya kelak mereka harus kembali ke rumah menjalankan kehidupan orang dewasa sebagaimana lazimnya.
Sejak itulah, terjadi pengalihan sebagian dari fungsi scola matterna (pengasuhan itu sampai usia tertentu), yang merupakan proses dan lembaga sosialisasi tertua umat manusia, menjadi scola in loco parentis (lembaga pengasuhan anak-anak pada waktu senggang di luar rumah sebagai pengganti ayah dan ibu).
Akhirnya, lembaga pengasuhan atau pendidikan sebagai tempat pengasuhan dan pembelajaran anak-anak pada waktu senggang di luar rumah sebagai pengganti orang tua disebut almamater (alma mater) yang memiliki makan “ibu yang mengasuh” atau “ibu yang memberikan ilmu”
Dengan demikian pengertian sekolah sebenarnya adalah tempat mengembangkan bakat, minat, rasa “ceria” untuk belajar, menjadi manusia yang berilmu, berasa bebas untuk menjadi manusia yang diinginkannya.








Bukan seperti saat ini dimana sekolah sepertinya sebuah tempat yang dipaksa untuk mengikut kurikulum tertentu yang bisa menimbulkan “kebencian” dan kebosanan untuk belajar.


1.    MEMBAYAR SEBELUM MEMBELI (LADANG UANG)
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Berikanlah pekerja upahnya sebelum keringatnya kering”
(HR. Ibnu Majah).
Hadits yang mulia ini memerintahkan kita untuk bersegera menunaikan hak pekerja setelah menyelesaikan pekerjaannya. Kenapa?
Karena menunda pembayaran gaji pegawai bagi majikan yang mampu adalah suatu kezaliman.

                        Sedangkan sekarang setiap orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya ke suatu sekolah, harus membayar dengan harga yang tidak seimbang dengna apa yang mereka dapat, setiap manusia tidak mempunyai harta yang sama, akhirnya banyak para orang tua yang menjual, menggadai untuk memenuhi tuntutan tersebut,

2.    TIDAK MEMAHAMI MAKNA“KATA-KATA”
Rasulullah shallallahu aliahi wasallam bersabda
“Tiada lurus iman seorang hamba sehingga lurus hatinya, dan tiada lurus hatinya sehingga lurus lidahnya“.
(HR. Ahmad).
A.   SEKOLAH (Taman Bermain)
Karena banyak orang yang tidak tau makna dari kata sekolah, atau karena memang tidak pernah diberi tau agar suatu rahasia tetap terjaga, Jika sekolah bermakna “Taman”, Maka benarlah keadaan yang telah dan sedang terjadi seperti sekarang ini, Pagi-pagi sekali para orang tua sibuk membangunkan anak mereka untuk bersiap-siap pergi ke tempat sekolah, dan setelah jam sekolah selesai, maka anak tersebut di beri tugas yang mereka namakan “PR”. Dan belajar dirumah.

B.   PENDIDIKAN
a.    Pengajar
Pengajar adalah seseorang yang berilmu peng

C.    
a.    GURU
b.    MURID

3.     
Fakta yang terjadi
Orang yang di sekolah sekarang hampir tidak mempunyai kebijaksanaan dalam hidupnya, bahkan mereka sendiri tidak mengerti dan paham tentang apa yang mereka baca di dalam buku yang dia pegang, kebanyakan mereka hanya menyampaikan isi dalam tersebut. Lalu duduk di bangkunya,
a.    Mereka tidak pantas di panggil guru tapi hanya PENYAMPAI, dan yang mereka sebut murid itu hanya PENDENGAR,
b.    Mereka juga bukan pengajar, tapi pengasuh, karena anak-anak yang datang ke sekolah itu selalu di beri “PR” dan itu bukti kalau mereka tidak mampu MENGAJAR.
c.    Karena PR para orang tua menjadi tambah sibuk, pusing bahkan ada yang muak,





Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA ITU SEKOLAH

             Sebelum seorang anak menginjak tempat yang disebut dengan sekolah, dia tidak berani melawan orang tuanya, dia hanya merengek dan menangis saat permintaan-nya tidak dituruti.           Ketika sang anak sudah memasuki tempat yang dinamakan sekolah, dia sudah mulai berani membantah orang tuanya, melawan perkataannya, sudah berani membohonginya, bahkan sudah berani membentak orang tuangnya, terutama ibunya, karena sekolah dia melukai hati perempuan yang sudah mengandungnya, melahirkannya, menyusuinya dan membesarkannya, Mungkin tidak semua anak yang bersekolah berprilaku kurang ajar kepada orang tua fakta pada umumnya semua yang dari sekolah pernah membohongi orang tuanya, Saat memasuki tempat sekolah mereka diharuskan membayar sesuai peraturan yang dibuat oleh pihak sekolah, dan orang tua yang mendaftarkan anaknya disana tidak pernah memikirkan apa yang telah mereka ...